recent/hot-posts

Post Page Advertisement [Top]

Latest News

ENGLISH DAY MKKS SWASTA KORWIL 5 JOMBANG

Setiap sekolah memiliki tantangan yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik. Ada yang menghadapi keterbatasan lingkungan berbahasa, kurangnya kepercayasn diri murid untuk berbicara, hingga minimnya kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik berbagai tantangan tersebut tersimpan semangat yang sama, yaitu keinginan untuk memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Berangkat dari berbagai persoalan yang muncul di sekolah-sekolah anggota Korwil 5, lahirlah sebuah gagasan yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah secara individu, tetapi juga mengedepankan kekuatan kebersamaan. Para kepala sekolah dan guru menyadari bahwa tantangan pendidikan akan lebih ringan ketika dihadapi bersama. Dari sinilah tumbuh semangat kolaborasi yang menjadi dasar berbagai program Korwil 5.

Kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, melainkan menyatukan ide, pengalaman, serta praktik baik yang dimiliki masing-masing sekolah. Melalui diskusi, koordinasi, dan gerakan bersama, lahirlah berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. Setiap sekolah menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lainnya, sehingga tercipta suasana belajar yang saling mendukung dan berkembang.

Semangat inilah yang kemudian mengantarkan Korwil 5 pada sebuah gerakan bersama yang lebih nyata, yaitu Program English Day. Program ini hadir sebagai wadah untuk membangun budaya berbahasa Inggris yang menyenangkan, komunikatif, dan berkelanjutan. English Day bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa berani berkomunikasi, berkolaborasi, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Melalui English Day, semangat kolaborasi Korwil 5 diwujudkan dalam aksi nyata. Sekolah-sekolah anggota bergerak bersama, saling mendukung, dan berbagi pengalaman demi tercapainya tujuan yang sama. Dengan kebersamaan yang kuat, setiap tantangan menjadi peluang untuk tumbuh, setiap keterbatasan menjadi ruang untuk berinovasi, dan setiap langkah kecil menjadi bagian dari gerakan besar menuju pendidikan yang lebih berkualitas.

Karena sejatinya, perubahan besar tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan dari hati yang saling terhubung, pikiran yang saling menguatkan, dan langkah yang bergerak bersama. Dari kolaborasi lahir inspirasi, dan dari inspirasi itulah English Day Korwil 5 tumbuh sebagai gerakan bersama untuk masa depan yang lebih baik.

 

Read more ...

Semarak Festival Al-Banjari Jawa Timur: SMP Islam Mbah Bolong Rayakan Milad dengan Harmoni Sholawat

Dalam lantunan sholawat yang menggema dan irama rebana yang berpadu harmonis, Rabu, 28 Januari 2026, menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar SMP Islam Mbah Bolong dan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin. Di bawah naungan nilai-nilai pesantren yang menyejukkan, anak-anak dari berbagai penjuru Jawa Timur berkumpul dengan satu tujuan mulia yakni melantunkan sholawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW.

Suasana religius terasa begitu kental sejak pagi hari. Wajah-wajah polos para peserta dari jenjang SD/MI se-Jawa Timur memancarkan semangat dan ketulusan, mengiringi setiap bait sholawat yang mereka lantunkan. Irama Al-Banjari yang sederhana namun, menjadi pembentuk karakter, menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wasilah pendidikan yang membentuk akhlak, adab, dan spiritual generasi muda.

Dalam suasana penuh keberkahan tersebut, SMP Islam Mbah Bolong menggelar Festival Al-Banjari Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti oleh 40 grup Al-Banjari dari SD/MI se-Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-22 Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin sekaligus Dies Natalis ke-11 SMP Islam Mbah Bolong. Dua peringatan ini menjadi pengingat akan ikhtiar panjang lembaga dalam menjaga tradisi keilmuan, merawat nilai-nilai keislaman, serta menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta shalawat.

Sejak pagi hari, area sekolah dan pesantren dipenuhi para peserta, pendamping, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Satu per satu grup Al-Banjari tampil dengan penuh semangat, menampilkan kekompakan tabuhan rebana dan keindahan vokal sholawat. Setiap penampilan tidak hanya menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga adab, kesopanan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), menyampaikan pesan penuh makna. Beliau menegaskan bahwa Festival Al-Banjari bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana Pendidikan religi bagi anak-anak.

“Melalui sholawat dan Al-Banjari, kita mendidik anak-anak agar hatinya lembut, akhlaknya baik, dan hidupnya selalu dekat dengan Rasulullah SAW. Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting adalah keberkahan dan nilai ibadahnya,” dawuh KH. Nur Hadi.

Beliau menegaskan bahwa sholawat merupakan amalan agung yang pahalanya sangat besar sebagaimana yang disampaikan Rosulullah SAW.

“Dalam hadis Nabi dijelaskan bahwa orang yang membaca sholawat dengan khusyuk, pahalanya tidak terhitung. Bahkan apabila seseorang belum bisa bersholawat dengan baik, masih terbata-bata, tetap Allah SWT akan memberi pahala. Yang terpenting adalah niat, cinta kepada Rosulullah, dan terus membiasakan diri,” dawuh KH. Nur Hadi.

Beliau menambahkan bahwa Festival Al-Banjari ini menjadi sarana yang sangat baik untuk membiasakan anak-anak sejak dini agar dekat dengan sholawat, sehingga tumbuh dengan hati yang lembut dan akhlak yang baik.

Sementara itu, Bapak H. Abdulloh Syifa', selaku perwakilan dari Dinas Kabupaten Jombang, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Al-Banjari tingkat provinsi ini. Menurut beliau, kegiatan semacam ini memiliki dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik tingkat SD/MI.

“Festival Al-Banjari ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak SD atau MI agar senang bersholawat sejak dini. Selain menanamkan nilai religius, kegiatan ini juga menjadi ajang prestasi nonakademik yang membangun kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak,” ungkap Bapak H. Abdulloh Syifa'.

Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bentuk keterpaduan antara lembaga pendidikan, pesantren, dan pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang religius dan berprestasi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Islam Mbah Bolong, Bapak Muhammad Edy Wahyudin, S.Pd, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya festival tingkat provinsi ini dengan lancar dan penuh antusiasme.

“Kami bersyukur dan bangga karena SMP Islam Mbah Bolong dapat menyelenggarakan lagi Festival Al-Banjari tingkat Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter religius, melatih kepercayaan diri, serta menanamkan kecintaan kepada sholawat Nabi sejak usia dini,” tutur beliau.

Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri profesional dengan memperhatikan kualitas vokal, ketepatan irama, kekompakan tim, penghayatan, serta adab saat tampil di atas panggung. Persaingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ukhuwah Islamiyah. 

Setelah seluruh rangkaian penampilan peserta usai dan melalui proses penilaian yang cermat oleh dewan juri, tibalah pada momen yang dinanti-nantikan. Dengan adil, objektiv, dan sportiv dewan juri menetapkan para pemenang Festival Al-Banjari Tingkat Provinsi Jawa Timur. Keputusan ini diambil berdasarkan kualitas penampilan, kekompakan, penghayatan, serta adab masing-masing grup selama perlombaan berlangsung. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 diraih oleh RMB Surabaya (TPQ As-Salafiyah) dari Surabaya, Juara 2 oleh Grup Al-Madani (MIS Nidhomiyah) dari Jombang, dan Juara 3 oleh Grup NQ Kids (MI Roudhotul Ulum) Jombang. Sementara itu, Juara Harapan 1 diraih oleh Grup Qotrunnada Krian (SD Islam Darul Hikmah), Harapan 2 diraih oleh MI Islamiyah Al-Wathaniyah dan Best Jingle diraih oleh Nurul Jadid (MISS Bandung 3) dari Jombang.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pihak Yayasan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin memanjatkan doa dan harapan agar kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap ikhtiar pendidikan yang  dilakukan oleh yayasan, pesantren, dan SMP Islam Mbah Bolong.

Diharapkan pula, Festival Al-Banjari ini menjadi amal jariyah, memperkuat syiar Islam, serta terus menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berakhlakul karimah, cinta sholawat, dan istiqomah dalam meneladani Rosulullah SAW. Semoga di tahun-tahun mendatang, SMP Islam Mbah Bolong dan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin semakin maju, diberi keberkahan usia, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi umat, agama, dan bangsa.

Rabbana taqabbalminna, innaka Antas Sami’ul ‘Alim. Aamiin ya Rabbal ‘alamin

 

Read more ...

Langkah Kecil, Makna Besar: Catur dalam Membangun Literasi, Numerasi, dan Karakter Siswa

Hubungan sosial antara guru dan murid merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Ketika guru dan siswa memiliki kedekatan yang baik, suasana belajar menjadi lebih nyaman dan penuh kepercayaan. Melalui interaksi yang hangat dan saling menghargai, guru dapat memahami karakter, kebutuhan, dan potensi setiap murid. Sementara itu, murid merasa lebih berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Hubungan yang positif inilah yang membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan mendukung perkembangan siswa, baik secara akademik maupun emosional. 

Permainan catur antara siswa dan guru bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana belajar. Melalui catur, siswa berlatih numerasi dengan menghitung langkah, memperkirakan posisi, dan memprediksi strategi. Selain itu, percakapan selama bermain melatih literasi karena siswa belajar menjelaskan alasan, memahami situasi, dan berkomunikasi dengan baik. Catur membantu siswa berpikir lebih teratur, sabar, dan mampu memecahkan masalah. Aktivitas ini menunjukkan bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja, termasuk melalui permainan sederhana yang tetap mendukung kemampuan literasi dan numerasi.

Di sela-sela kegiatan belajar, Abdulloh Shiddiq siswa kelas 9B, berkesempatan bermain catur bersama Kepala Sekolah SMP Islam Mbah Bolong, Bapak Muhammad Edy Wahyudin, S.Pd. Momen sederhana ini ternyata memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat, tidak hanya bagi Aab panggilan akrab Abdullah Shiddiq, tetapi juga menjadi contoh bagaimana permainan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan.

Catur bukan hanya permainan memindahkan bidak. Dalam permainan ini, Aab belajar berpikir, memerhatikan langkah, dan memertimbangkan akibat dari setiap keputusan. Proses ini sangat berkaitan dengan pembelajaran numerasi, yaitu kemampuan menghitung, memperkirakan, dan memahami pola. Saat Aab memikirkan langkah ke depan, ia sebenarnya sedang melatih kemampuan numerasinya secara alami.

Selain itu, interaksi antara Aab dan Bapak Kepala Sekolah SMP Islam Mbah Bolong selama permainan juga menjadi bentuk latihan literasi. Ketika mereka berdiskusi tentang strategi, menjelaskan alasan memilih langkah tertentu, atau membaca situasi permainan, mereka sedang mempraktikkan kemampuan memahami, menyampaikan, dan mengolah informasi. Literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang mampu menjelaskan ide secara jelas dan memahami informasi dari berbagai situasi.

Permainan catur ini menjadi contoh bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di kelas dengan buku dan papan tulis. Aktivitas sederhana seperti catur dapat membantu siswa mengembangkan cara berpikir kritis, ketelitian, kesabaran, dan kemampuan memecahkan masalah. Hal-hal ini sangat dibutuhkan dalam setiap mata pelajaran, baik Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, maupun pelajaran lainnya. Catur juga mengajarkan siswa untuk melihat masalah dari berbagai sudut, menganalisis langkah lawan, dan membuat strategi jangka panjang. Sama seperti dalam dunia pendidikan, siswa perlu belajar mempersiapkan diri, memahami tantangan, dan merencanakan cara mencapai tujuan.

Melalui kegiatan ini, SMP Islam Mbah Bolong berharap bahwa siswa dapat melihat bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja dan dengan cara apa saja. Permainan seperti catur bukan hanya membuat pikiran segar, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkuat literasi dan numerasi yang sangat penting bagi masa depan siswa. Seperti bidak-bidak catur yang tersusun rapi, setiap langkah siswa diperkaya oleh bimbingan gurunya dengan literasi yang membuka cara pandang, numerasi yang menajamkan perhitungan, serta nilai-nilai pendidikan yang menuntun arah. Pada pertemuan antara guru dan murid, tercipta jembatan pemahaman yang menguatkan keberanian untuk belajar dan mencoba. Dari sinilah kita percaya, bahwa masa depan para siswa akan terbangun bukan hanya oleh pengetahuan, tetapi juga oleh hubungan yang hangat, penuh makna, dan terus menuntun mereka melangkah lebih jauh.

 

Read more ...

Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-97 di SMP Islam Mbah Bolong

Pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, seluruh keluarga besar SMP Islam Mbah Bolong melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda udara pagi yang sejuk membuat upacara menjadi penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Kegiatan ini dilangsungkan di halaman sekolah sejak pukul 06.30 WIB, diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta staf tata usaha.

Upacara dipimpin langsung oleh Bapak H. Muhammad Agung Wirawan, S.Pd, beliau memimpin jalannya upacara dengan tegas dan penuh wibawa, mencerminkan semangat perjuangan yang membara. Sementara itu, para petugas upacara dari kelas VIII dan IX melaksanakan tugasnya dengan baik dan tanggung jawab, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh seluruh peserta upacara hingga, pembacaan teks Sumpah Pemuda dan UUD 1945.

Rangkaian acara berjalan tertib, mulai dari pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan teks Sumpah Pemuda yang menggema di seluruh halaman SMP Islam Mbah Bolong. Suara lantang siswa yang membacakan sumpah tersebut seakan menggetarkan hati semua yang hadir, mengingatkan kembali pada peristiwa bersejarah 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai daerah dan suku bersatu untuk mengikrarkan satu nusa, satu bangsa, dan satu Bahasa yakni Indonesia.

Dalam amanatnya, Bapak H. Muhammad Agung Wirawan, S.Pd menyampaikan pesan mendalam tentang makna Sumpah Pemuda di era modern. Beliau menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh pudar meskipun zaman telah berubah. Jika dahulu para pemuda berjuang dengan bambu runcing dan semangat kebangsaan, maka pemuda masa kini harus berjuang dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan keimanan.

“Menjadi pemuda Indonesia hari ini berarti siap menjaga persatuan, siap melawan kemalasan, siap menolak perpecahan, dan siap membawa nama baik bangsa dengan prestasi,”

ujar beliau dengan penuh semangat.

Kepala Sekolah SMP Islam Mbah Bolong Bapak Muhammad Edy Wahyudin, S.Pd juga menekankan pentingnya membangun karakter, disiplin, dan rasa tanggung jawab dalam diri setiap siswa. Nilai-nilai seperti jujur, kerja keras, semangat belajar, dan cinta tanah air harus menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di masyarakat.

Tak lupa, beliau mengingatkan agar para siswa bijak menggunakan teknologi dan media sosial. “Pemuda modern harus cerdas digital, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” tambahnya.

Setelah amanat selesai, seluruh peserta upacara kembali menyanyikan lagu-lagu perjuangan nasional dengan penuh semangat. Lagu Bangun Pemudi Pemuda dan Tanah Airku menggema indah di udara, menggugah semangat cinta tanah air di hati setiap peserta.

Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kemajuan. Doa dipimpin dengan khusyuk oleh Bapak kepala Sekolah SMP Islam Mbah Bolong, disertai harapan agar para siswa tumbuh menjadi generasi muda yang berakhlak dan berilmu.

Suasana setelah upacara para siswa terlihat saling berbagi cerita tentang makna Sumpah Pemuda dan semangat para pejuang. Banyak dari mereka yang menyadari bahwa menjadi pemuda Indonesia bukan hanya soal usia, tetapi tentang rasa tanggung jawab untuk mencintai dan membangun negeri ini.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 di SMP Islam Mbah Bolong ini menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali jati diri bangsa di kalangan pelajar. Dengan semangat “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”, seluruh warga sekolah bertekad meneladani nilai-nilai kepemudaan dan meneruskannya dalam kehidupan nyata.

“Kami, pemuda SMP Islam Mbah Bolong, siap menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh, berakhlak, dan cinta Indonesia!”

 

Read more ...

Upacara Hari Santri Nasional di SMP Islam Mbah Bolong Tahun 2025

Rabu, 22 Oktober 2025, halaman SMP Islam Mbah Bolong dipenuhi oleh lautan santri yang berbaris rapi dengan penuh khidmat. Sejak pukul 06.30 pagi, para siswa dan siswi telah berdatangan dengan mengenakan busana khas santri. Para siswa tampak gagah mengenakan sarung, baju koko putih, dan songkok hitam yang seragam. Sementara para siswi tampil anggun dengan rok hitam, atasan putih, dan jilbab hitam yang melambangkan kesederhanaan dan keteguhan hati seorang santriwati.

Udara pagi yang sejuk berubah menjadi saksi semangat kebangsaan dan keislaman yang membara di hati setiap peserta. Upacara Hari Santri Nasional kali ini dipimpin langsung oleh Ustadz Syaifur Rodhi, salah satu guru senior sekaligus pembina keagamaan SMP Islam Mbah Bolong. Beliau tampil tegas namun penuh wibawa saat memimpin jalannya upacara, dengan suara lantang menyemangati seluruh peserta untuk meneladani perjuangan para santri terdahulu.

Semua guru dan staf sekolah turut hadir dengan mengenakan busana muslim rapi. Wajah mereka tampak cerah dan penuh bangga menyaksikan para peserta didik yang berdiri tegap di bawah kibaran bendera merah putih. Momen ini seakan mengingatkan kembali kepada sejarah panjang perjuangan santri yang tidak hanya berjuang di pesantren, tetapi juga di medan juang mempertahankan kemerdekaan bangsa dan martabat Islam di Indonesia.

Dalam amanatnya, Ustadz Syaifur Rodhi menyampaikan pesan yang mendalam. Beliau mengatakan bahwa Hari Santri bukan sekedar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat jihad santri di era modern. “Santri zaman sekarang harus bisa menjadi pelopor kebaikan dan pembawa cahaya ilmu di tengah masyarakat. Perjuangan tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu, akhlak, dan karya. Jadilah santri yang mandiri, kreatif, dan mencintai tanah air sebagaimana para pendahulu kita mencintai agamanya,” ujar beliau dengan suara lantang. Ustadz Syaifur Rodhi juga berpesan agar seluruh siswa tidak melupakan jasa para ulama dan santri yang telah berkorban demi tegaknya Islam dan berdirinya Indonesia. Beliau menegaskan, semangat Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa menjadi santri berarti siap menjaga martabat bangsa dan agama kapan pun dan di mana pun berada.

Sebagai penutup seluruh peserta upacara siswa, siswi, guru, dan staf berdiri serempak menyanyikan lagu “Mars Syubbanul Wathan” yang diciptakan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah dan merupakan lagu kebangsaan yang penting bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan “Mars Hari Santri” dengan penuh semangat. Suara mereka menggema di seluruh halaman sekolah, membentuk harmoni yang menggugah rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai santri Indonesia. Lagu tersebut seolah menjadi doa bersama sebuah sumpah suci santri untuk terus setia pada tanah air dan agamanya. Setiap bait lagu menggugah rasa nasionalisme, mengingatkan semua bahwa santri adalah garda terdepan dalam menjaga moral bangsa.

Upacara Hari Santri 2025 di SMP Islam Mbah Bolong berakhir dengan penuh haru dan bangga  bahwa kami telah menjadi bagian dari santri Fallahul Muhibbin. Lantunan doa mengudara dan melangit memohon kebaikan bagi kami para santri serta keselamatan bagi bangsa Indonesia. Berakhir sudah upacara Hari Santri Nasional 2025, setiap peserta meninggalkan lapangan dengan suka cita membawa semangat baru untuk terus belajar, berjuang, dan berbakti kepada bangsa serta agama.

Hari Santri bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang masa depan. Santri hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Dengan semangat membara, seluruh warga SMP Islam Mbah Bolong bertekad untuk terus meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan cinta tanah air sebagaimana yang diwariskan oleh para santri pejuang terdahulu.

Bangga jadi santri! Belajar karena Alloh, berjuang di jalan Alloh, dan berkarya karena Allah.

 

Read more ...

Police Goes To School Dalam Rangka Hari Keselamatan Lalu Lintas 2025

Upacara bendera merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kedisiplinan kepada peserta didik. Pada hari Senin, tanggal 8 September 2025, SMP Islam Mbah Bolong melaksanakan kegiatan upacara bendera di halaman sekolah dengan penuh khidmat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Upacara kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh perwakilan dari Polres Jombang, kunjungan kegiatan Police Goes To School dalam rangka Hari Keselamatan Lalu Lintas 2025 yang turut memberikan amanat serta himbauan penting kepada para siswa.

Kehadiran aparat kepolisian dalam upacara tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada siswa-siswi terkait pentingnya menjadi pelajar yang tertib, bijak dalam bersosialisasi, serta menjauhi perilaku menyimpang.

Pembina upacara dipimpin langsung oleh PS. KASAT LANTAS Ibu RITA PUSPITA SARI, S.H. Dalam amanatnya, menyampaikan beberapa pesan penting yang perlu menjadi perhatian seluruh warga sekolah, khususnya para siswa sebagai generasi muda penerus bangsa. Adapun pesan-pesan yang disampaikan meliputi:

1. Tertib Berlalu Lintas

Para siswa diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, baik saat berjalan kaki, bersepeda, maupun saat dibonceng kendaraan bermotor. Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi juga harus ditanamkan sejak dini kepada para pelajar. Menggunakan helm, menyeberang di zebra cross, dan tidak bermain di jalan raya adalah beberapa contoh sikap tertib berlalu lintas.

2. Bijak dan Hati-hati dalam Menggunakan Media Sosial

Di era digital ini, media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, para siswa diminta untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi, tidak mudah percaya pada berita hoaks, serta tidak ikut menyebarkan konten yang bersifat negatif atau merugikan orang lain. Jejak digital itu nyata, dan apa yang dibagikan hari ini bisa berdampak panjang di masa depan.

3. Bahaya Bullying di Lingkungan Sekolah

Polres Jombang menekankan bahwa bullying adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial (cyberbullying). Semua siswa diharapkan bisa saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua.

4. Menjauhi Kegiatan Negatif di Luar Sekolah

Para siswa diingatkan untuk tidak ikut-ikutan dalam kegiatan di luar sekolah yang tidak jelas arah dan tujuannya, apalagi jika berpotensi membawa pengaruh buruk seperti pergaulan bebas, tawuran, atau geng motor. Manfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang positif dan produktif seperti belajar, membaca, berolahraga, atau mengikuti ekstrakurikuler.

Kegiatan upacara ditutup dengan doa bersama dan penyampaian ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Jombang atas kehadiran dan perhatian yang diberikan kepada siswa-siswi SMP Islam Mbah Bolong.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik semakin sadar akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan menjaga perilaku baik, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Semoga pesan-pesan moral yang disampaikan dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari serta menumbuhkan karakter pelajar yang tangguh dan berakhlak mulia.

 

Read more ...

Bottom Ad [Post Page]