Dalam lantunan sholawat yang menggema dan irama rebana yang berpadu harmonis, Rabu, 28 Januari 2026, menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar SMP Islam Mbah Bolong dan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin. Di bawah naungan nilai-nilai pesantren yang menyejukkan, anak-anak dari berbagai penjuru Jawa Timur berkumpul dengan satu tujuan mulia yakni melantunkan sholawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW.
Suasana religius terasa begitu kental sejak pagi hari. Wajah-wajah polos para peserta dari jenjang SD/MI se-Jawa Timur memancarkan semangat dan ketulusan, mengiringi setiap bait sholawat yang mereka lantunkan. Irama Al-Banjari yang sederhana namun, menjadi pembentuk karakter, menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wasilah pendidikan yang membentuk akhlak, adab, dan spiritual generasi muda.
Dalam suasana penuh keberkahan tersebut, SMP Islam Mbah Bolong menggelar Festival Al-Banjari Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diikuti oleh 40 grup Al-Banjari dari SD/MI se-Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-22 Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin sekaligus Dies Natalis ke-11 SMP Islam Mbah Bolong. Dua peringatan ini menjadi pengingat akan ikhtiar panjang lembaga dalam menjaga tradisi keilmuan, merawat nilai-nilai keislaman, serta menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta shalawat.
Sejak pagi hari, area sekolah dan pesantren dipenuhi para peserta, pendamping, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Satu per satu grup Al-Banjari tampil dengan penuh semangat, menampilkan kekompakan tabuhan rebana dan keindahan vokal sholawat. Setiap penampilan tidak hanya menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga adab, kesopanan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin, KH. Nur Hadi (Mbah Bolong), menyampaikan pesan penuh makna. Beliau menegaskan bahwa Festival Al-Banjari bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana Pendidikan religi bagi anak-anak.
“Melalui sholawat dan Al-Banjari, kita mendidik anak-anak agar hatinya lembut, akhlaknya baik, dan hidupnya selalu dekat dengan Rasulullah SAW. Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting adalah keberkahan dan nilai ibadahnya,” dawuh KH. Nur Hadi.
Beliau menegaskan bahwa sholawat merupakan amalan agung yang pahalanya sangat besar sebagaimana yang disampaikan Rosulullah SAW.
“Dalam hadis Nabi dijelaskan bahwa orang yang membaca sholawat dengan khusyuk, pahalanya tidak terhitung. Bahkan apabila seseorang belum bisa bersholawat dengan baik, masih terbata-bata, tetap Allah SWT akan memberi pahala. Yang terpenting adalah niat, cinta kepada Rosulullah, dan terus membiasakan diri,” dawuh KH. Nur Hadi.
Beliau menambahkan bahwa Festival Al-Banjari ini menjadi sarana yang sangat baik untuk membiasakan anak-anak sejak dini agar dekat dengan sholawat, sehingga tumbuh dengan hati yang lembut dan akhlak yang baik.
Sementara itu, Bapak H. Abdulloh Syifa', selaku perwakilan dari Dinas Kabupaten Jombang, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Al-Banjari tingkat provinsi ini. Menurut beliau, kegiatan semacam ini memiliki dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik tingkat SD/MI.
“Festival Al-Banjari ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak SD atau MI agar senang bersholawat sejak dini. Selain menanamkan nilai religius, kegiatan ini juga menjadi ajang prestasi nonakademik yang membangun kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak,” ungkap Bapak H. Abdulloh Syifa'.
Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sebagai bentuk keterpaduan antara lembaga pendidikan, pesantren, dan pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang religius dan berprestasi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Islam Mbah Bolong, Bapak Muhammad Edy Wahyudin, S.Pd, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas terselenggaranya festival tingkat provinsi ini dengan lancar dan penuh antusiasme.
“Kami bersyukur dan bangga karena SMP Islam Mbah Bolong dapat menyelenggarakan lagi Festival Al-Banjari tingkat Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter religius, melatih kepercayaan diri, serta menanamkan kecintaan kepada sholawat Nabi sejak usia dini,” tutur beliau.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri profesional dengan memperhatikan kualitas vokal, ketepatan irama, kekompakan tim, penghayatan, serta adab saat tampil di atas panggung. Persaingan berlangsung ketat namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ukhuwah Islamiyah.
Setelah seluruh rangkaian penampilan peserta usai dan melalui proses penilaian yang cermat oleh dewan juri, tibalah pada momen yang dinanti-nantikan. Dengan adil, objektiv, dan sportiv dewan juri menetapkan para pemenang Festival Al-Banjari Tingkat Provinsi Jawa Timur. Keputusan ini diambil berdasarkan kualitas penampilan, kekompakan, penghayatan, serta adab masing-masing grup selama perlombaan berlangsung. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara 1 diraih oleh RMB Surabaya (TPQ As-Salafiyah) dari Surabaya, Juara 2 oleh Grup Al-Madani (MIS Nidhomiyah) dari Jombang, dan Juara 3 oleh Grup NQ Kids (MI Roudhotul Ulum) Jombang. Sementara itu, Juara Harapan 1 diraih oleh Grup Qotrunnada Krian (SD Islam Darul Hikmah), Harapan 2 diraih oleh MI Islamiyah Al-Wathaniyah dan Best Jingle diraih oleh Nurul Jadid (MISS Bandung 3) dari Jombang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pihak Yayasan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin memanjatkan doa dan harapan agar kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap ikhtiar pendidikan yang dilakukan oleh yayasan, pesantren, dan SMP Islam Mbah Bolong.
Diharapkan pula, Festival Al-Banjari ini menjadi amal jariyah, memperkuat syiar Islam, serta terus menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berakhlakul karimah, cinta sholawat, dan istiqomah dalam meneladani Rosulullah SAW. Semoga di tahun-tahun mendatang, SMP Islam Mbah Bolong dan Pondok Pesantren Fallahul Muhibbin semakin maju, diberi keberkahan usia, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi umat, agama, dan bangsa.
Rabbana taqabbalminna, innaka Antas Sami’ul ‘Alim. Aamiin ya Rabbal ‘alamin







.jpeg)









